Wajib mandub mubah makruh haram

Kalau bicara tentang nikah pasti kalian semua pada mau nikah kan. Apa lagi seorang laki-laki dan perempuan yang sudah memantapkan hatinya dan sudah mampu. Kemudian hukumnya bagaimana dalam pandangan islam?. Untuk itu mari kita bahas tentang apa itu Nikah dan apa hukumnya. Menurut UU No. Sedangkan menurut seorang ulama Muhammad Abu Israh Nikah adalah aqad memberikan faedah hukum kebolehan mengadakan hubungan keluarga antara wanita dan pria dan mengadakan tolong menolong dan memberikan batas hak bagi pemiliknya serta pemenuhan kewajiban bagi masing-masingnya.

Jadi, Nikah adalah hubungan yang dijalin oleh pria dan wanita dalam membentuk sebuah rumah tangga yang didasarkan oleh Allah Swt. Sebenarnya hukum nikah itu bermacam-macam ada yang wajib, ada yang sunnah, ada yang makruh, haram dan mubah. Untuk lebih jelasnya ini ada beberapa alasan kenapa hukum nikah itu banyak. Wajib adalah apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa.

Nikah dikatakan wajib dilakukan apabila seseorang telah mampu untuk nikah, maka ia wajib untuk menikah. Jika seseorang sudah mampu nikah tetapi ia masih sanggup menahan hawa nafsu atau menahan dirinya dari perbuatan zina, maka hukumnya adalah sunnah. Makruh maksudnya adalah jika seseorang lemah syahwatnya dan tidak mampu memberikan belanja bagi isterinya walupun tidak merugikan osteri maka hukumnya adalah makruh.

Jika seseorang tidak mampu memberikan nafkah secara lahir dan batin kepada isterinya maka hukumnya adalah haram. Hukum nikah mubah bagi laki-laki yang tidak terdesak alasan-alasan yang mewajibkan segera nikah atau karena alasan-alasan yang menharamkannya untuk nikah. Dari uraian diatas jelas bahwa, Nikah adalah hubungan seorang pria dan wanita untuk berumah tangga dan hidup saling tolong menolong yang dilakukan karena Allah SWT. Sedangkan hukum dari Nikah itu sendiri adalah Wajib, Sunnah, Makruh Haram dan Mubah, sesuai dengan situasi, kondisi dan keadaan si pelaku.

Setelah mengetahui hukumnya, Anda juga harus mengetahui tata cara menikah dalam Islam. Prev Article. Next Article. About The Author Admin Uang memang bukanlah segalanya, tetapi kemiskinan juga tidak akan membantu! Related Articles. Leave a Reply Cancel reply.In the west it's the basic propensity that each beneficial thing credits to them and they demonstrated as this world is honored with it because of them. Anyway before the Islam the world was saturated with obliviousness and unconscious of any such things.

Ramadan meaning. Silakan berkomentar sesuai topik diatas. Hukum Islam - Islam adalah sebuah agama yang penuh dengan toleransi yang membuat umatnya semakin mudah. Meskipun dalam Islam penuh toleransi dan semua umat Islam dipermudah dalam banyak hal, tetapi didalam agama Islam juga terdapat aturan-aturan yang wajib dan harus diketahui oleh semua umatnya. Aturan-aturan itu disebut dengan Hukum Islam. Hukum Islam ini berlaku untuk seorang yang telah baligh. Ukuran baligh bagi seorang perempuan adalah berumur 9 tahun, sudah menstruasi haidmulai muncul tanda pubertas seperti membesarnya payudara dll.

Bila bagi seorang laki-laki adalah berumur 15 tahun dan dia sudah mulai bisa mengeluarkan sperma, mimpi basah, keluar tanda kedewasaan seperti tumbuhnya rambut pada ketiak, alat kelamin dll. Hukum-hukum dalam Islam secara garis besar dibagi menjadi lima hal yang diantaranya adalah wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah. Untuk lebih lengkap mengenai penjelasan hukum-hukum Islam tersebut mari simak ulasan dibawah ini. Banyak diantara kita yang mengetahui hukum-hukum diatas tetapi kadang hanya sebatas tahu dan tidak mengetahui arti dari hukum-hukum tersebut.

Oleh karena itu mari kita simak seksama untuk mengingatkan kita yang sudah lupa dan memberi ilmu pengetahuan kepada kita yang belum tahu.

Wajib Wajib adalah suatu perkara yang dimana orang akan mendapatkan sebuah pahala jika orang tersebut mau melakukan pekerjaan atau perbuatan yang diperintahkan dan akan mendapat siksa atau dosa bila tidak mengerjakan suatu hal yang diperintahkan. Contohnya adalah kewajiban menunaikan sholat, kewajiban puasa dibulan ramadhan dan lain-lain. Dalam beragama islam, kita dituntut untuk melaksanakan sholat wajib setiap hari. Untuk mempelajari bagaimana niat sholat wajib 5 waktu, kalian bisa mempelajarinya di niat sholat 5 waktu dan sholat jumat.

Sunnah Sunnah adalah suatu perkara yang mana jika orang mau melakukan suatu hal atau perbuatan yang dianjurkan akan mendapatkan pahala, namun bila orang tersebut meninggalkan atau tidak mengerjakan perbuatan yang dianjurkan maka dia tidak mendapatkan dosa. Contohnya adalah sholat sunnah sebelum qobliyah dan setelah sholat ba'diyahpuasa rajab, dan lain sebagainya.

Haram Haram merupakan suatu perkara yang berlawanan pada hukum yang pertama dan kedua. Haram adalah suatu perkara yang mana bila seseorang tidak mengerjakan suatu perkara yang dilarang maka dia akan mendapatkan pahala, dan bila perkara yang dilarang itu dilakukan atau dikerjakan maka dia akan mendapatkan dosa. Contohnya seperti judi, mabuk, dan lain-lain.

Hukum Islam Ada 5, Yaitu Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh dan Haram.

Makruh Makruh adalah suatu hal yang mana bila seseorang meninggalkan perkara atau hal itu hukumnya adalah lebih baik dan akan mendapat pahala, dan bila seseorang mengerjakan suatu hal yang dihukumi makruh maka dia tidak mendapat dosa atau tidak ada konsekwensinya.

Tapi ingat bahwa hal yang bersifat makruh lebih baik ditinggalkan karena Allah tidak menyukai hal yang makruh.

wajib mandub mubah makruh haram

Contohnya adalah makan dan juga minum sambil berdiri dan lain sebagainya. Mubah adalah suatu perkara atau hal yang boleh untuk dikerjakan dan boleh juga untuk ditinggalkan sesuka hati mau pilih yang mana.Posting Komentar. Total Pengunjung. Ahkam Al-Khamsah Beserta Contohnya. Suparman Usman S. Disusun oleh. Bab I. Hal itu adalah wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Tapimeskipun lima hukum itu merupakan dasar dari setiap perbuatan umat Islam.

Masih banyak yang tidak mengetahui makna sebenarnya dari semua dasar ini karena ketidakpahaman tentang hal ini. Sehingga mereka dengan senang hati melakukan perbuatan yang dianggap haram oleh Islam. Padahal, sebenarnya keharaman haruslah sangat dijauhi oleh setiap orang yang beragama Islam. Karena, ganjarannya adalah dosa yang bisa mengakibatkan setiap orang yang memeluk agama ini untuk memasuki neraka. Kemudian ketika batasan-batasan yang terdapat dalam kelima hukum ini dilanggar, maka bukan hanya aspek akhirat saja yang terkena dampaknya.

Aspek dunia juga akan mengalami akibat itu. Hubungan antara manusia satu dengan manusia lainnya akan kacau balau seperti sebuah pesawat yang jatuh dari angkasa secara tiba-tiba, atau seperti pot bunga dari tanah liat yang pecah karena ditabrak batasannya.

Manusia dan seluruh makhluk hidup yang tinggal di bumi akan terancam punah, karena tidak adanya perdamaian dan batasan seperti dalam kelima hukum ini. Makalah ini akan menyertakan contohnya pula agar pembaca dapat memahaminya lebih mendalam.

Untuk mengetahui pembahasan lebih jelas maka kita akan menjelaskan rumusan masalah sebagai berikut:. Apa itu Ahkam Al-khamsah dan bagaimana contohnya?

wajib mandub mubah makruh haram

Bagaimana istinbath ahkam al-khamsah dengan pendekatan bahasa? Bagaimana istinbath ahkam al-khamsah dengan Maqashid syariah? Makalah ini dibuat dengan tujuan:.

Untuk mengetahui Ahkam Al-khamsah beserta contohnya. Untuk mengetahui istinbath penetapan hukum ahkam al-khamsah dengan pendekatan bahasa. Untuk istinbath penetapan hukum ahkam al-khamsah dengan Maqashid syariah.Posting Komentar. Di dalam ajaran agama islam terdapat hukum atau aturan perundang-undangan yang harus dipatuhi oleh setiap umat karena berasal dari Al-Qur'an dan Hadist.

Wajib Fardlu Wajib adalah suatu perkara yang harus dilakukan oleh pemeluk agama islam yang telah dewasa dan waras mukallafdi mana jika dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa.

Contoh : solat lima waktu, pergi haji jika telah mampumembayar zakat, dan lain-lain. Contoh : sholat sunnat, puasa senin kamis, solat tahajud, memelihara jenggot, dan lain sebagainya. Haram Haram adalah suatu perkara yang mana tidak boleh sama sekali dilakukan oleh umat muslim di mana pun mereka berada karena jika dilakukan akan mendapat dosa dan siksa di neraka kelak. Contohnya : main judi, minum minuman keras, zina, durhaka pada orang tua, riba, membunuh, fitnah, dan lain-lain. Makruh Makruh adalah suatu perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan akan tetapi jika dilakukan tidak berdosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala dari Allah SWT.

Contoh : posisi makan minum berdiri, merokok mungkin haram. Mubah Mubah adalah suatu perkara yang jika dikerjakan seorang muslim mukallaf tidak akan mendapat dosa dan tidak mendapat pahala.

Istilah Wajib, Haram, Sunnah, Makruh dan Mubah

Contoh : makan dan minum, belanja, bercanda, melamun, dan lain sebagainya. Langganan: Posting Komentar Atom. Langsung saja ke www.Islamic Wisdom: Definitions of Fard, wajib, sunnah, makrooh, mustahab, mubah, haram.

Islam is the religion of Peace. Important Islamic Jurisprudence Terminology. The following explains a Fard in detail:.

An act that is obligatory to be executed b. It has been proven by rigorously authenticated texts c. The denial of any Fard renders one to come out of the folds of Islam.

If one omits to perform any Fard without any valid shari'i reason, then such a person becomes a fasiq transgressor and the person is regarded as a major sinner. It is a graded second, below a Fard in its necessity. An act that is compulsory to do. It is proven by religious arguments through ijtihad. One who denies a Wajib is misguided.

If one omits a Wajib without any valid shari'i reason, then he is a transgressor and liable for the punishment of Hell. To miss a Wajib once deliberately, without any valid reason is a minor sin Gunah-e-Saghira.

However, persistently omitting a Wajib shall turn it into a major sin Gunah-e-Kabira. One shall gain reward for performing a Sunnah, but there is no sin of on omits it. However, to continually omit it is a sin, and if one shows dissatisfaction to a Sunnah, then this is kufr disbelief. Sunnat-e-Mu'akkada is an act necessary to perform.

An act that was always performed by the Messenger of Allah ], but occasionally omitted so as to differentiate from something that is Wajib. Thus, making it a habit to omit a Sunnat-e-Mu'akkadah is an act of earning even more displeasure of Allah and His Beloved and inevitably, one becomes liable for punishment. The status of a Sunnat-e-Mu'akkadah is near a Wajib. Sunnat-e-Mu'akkadah is sometimes known as Sunnat-e-Huda. If it is performed one shall reap reward. The Messenger of Allah had performed such an act, but also omitted it without any reason.

However, one is not punished for this. Sunnat-e-Ghayr Mu'akkadah is also known as Sunnat-e-Zawa'id. An act that is appreciated by the Sacred Islamic Law Shari'ah b. There is no harm if one omits it c. One gains reward for doing it, but one is not punished for omitting it. An act that is neither commanded nor prohibited by the Shari'ah. There is no reward for doing it, and no punishment or omitting it.Please, if you see something that is incorrect, may Allah forgive us and let us know so that it may be corrected.

There are two main categories in Islam; Halal permissible and haram forbidden. What is halal is divided into 4 sub-divisions based on the way in which they were made allowable.

wajib mandub mubah makruh haram

Allah has told us what is wajib Quran [] and Quran []. It is wajib to worship Allah alone and follow His commands. The purpose behind the category of wajib acts is: 1 To identify for humans the absolutely essential acts which we must do in order to help us succeed in both this life and the next. These acts are here to help us get used to obey Allah and His Prophet alaihi selamand by the doing the mustahabb acts the wajib acts will be easier for us to do. Acts classified as Mustahabb are those which a The Prophet alaihi selam used to do regularly, b those he recommended, c those who were wajib but later made mustahabb, for example ghusl on Fridays were fard but not anymore and d thise which he prohibited and then later recommended, like visiting the graves.

The purpose behind the mustahabb acts is: 1 To identify certain beneficial acts which humans may not necessarily realize, 2 To train humans in obeying God. Each compulsory act is as equivalent as an recommended version. If a believer becomes weak and neglect acts, it would be from the mustahabb that he does so and not the wajib ones.

But it is better to avoid them because they may be harmful for us and they can lead to haram actions. The purpose behind the haram acts is: 1 To protect man from things which are extremely harmful to him and society, either physically or spiritually. The Beauty of Islam.Emoticon Emoticon. Belajar Tentang Islam. Salah satu manfaat dalam mengenal hukum-hukum ini ialah berkenaan dengan dakwah itu sendiri, karena ada saatnya bersikap tegas, tapi ada saatnya bersikap lebih tolelir.

Apalagi jika menyikapi suatu hal yang baru, yang belum ditetapkan sebelumnya maka harus dipelajari lebih dahulu hukumnya, tidak langsung dijatuhi hukum haram. Di dalam syari'at Islam, ada 5 hukum syara' yang sudah ditetapkan oleh Jumhur Ulama yaitu.

Wajib atau terkadang orang menyebutnya dengan fardlu. Keduanya mempunyai makna yang sama atau hanya sinonim. Salah satu contohnya adalah shalat fardlu atau shalat wajib, bila mengerjakan akan mendapatkan pahala, namun jika tidak dikerjakan makan akan mendapatkan dosa yang berakibat mendapat siksa api neraka.

wajib mandub mubah makruh haram

Wajib sendiri dibagi menjadi dua, yang pertama yaitu wajib 'Ainiy atau Fardlu 'Ainy. Fardlu 'Ainy yaitu kewajiban bagi setiap individu masing-masing. Untuk yang kedua ada wajib kifayah atau fadlu kifayah. Fardlu Kifayah yaitu kewajiban yang jika sudah dikerjakan orang lain maka yang lainnya menjadi gugur kewajibannya tidak terkena dosacontohnya shalat jenazah.

Mempunyai makna yang sama atau dalam bahasa indonesia merupakan kata bersinonim. Yaitu anjuran atau sebuah ajakan untuk mengerjakan suatu ibadah namun sifatnya tidak jazm pastijadi jika dikerjakan mendapat pahala, tapi jika ditinggalkan tidak akan mendapatkan dosa.

Hukum-Hukum Dalam Islam; Wajib, Sunat, Harus, Makruh, Haram

Sunnah juga terbagi menjadi 2. Yang pertama sunnah 'Aini, suatu yang disunahkan pada setiap individu yang mukallaf, seperti halnya mengerjakan shalat sunnah rawatib. Dan yang kedua ada sunnah Kifayah, yaitu sesuatu yang disunnahkan apabila ada yang sebagian mengerjakan makan yang lainnya menjadi gugur. Baca Juga : Shalat Sunnah Rawatib. Mubah ialah sesuatu yang bila dikerjakan maupun ditinggalkan tidak akan terkana hukum atau ganjaran apapun, maksudnya tidak akan menjadi pahala atau menjadi dosa.

Misalnya memilih menu makanan yang diinginkan. Makruh yaitu sebuah tuntutan yang tidak pasti tidak jazm untuk meninggalkan perbuatan tertentu. Ada sebagian yang menyatakan bahwa makruh itu sesuatu yang tidak disukai oleh Allah, misalnya berkumur ketika sedang melaksanakan ibdah puasa, tidak disukai oleh Allah karena bisa menjadikan ibadah yang kita jalani itu menjadi tidak sah atau menjadi batal.

Haram adalah tuntutan yang mesti untuk meninggalkan sesuatu, apabila dikerjakan akan mendapatkan dosa, namun jika ditinggalkan akan mendapatkan pahala. Misalnya meminum khamr, berzina atau lain sebagianya.

Istilah haram juga merupakan istilah Mahdzur terlarang. Menurut hanafiyah, istilah haram sendiri merupakan antonim dari fardlu atau wajib. Ada juga beberapa ulama yang menyatakan dengan istilah Halal itu kebalikan dari Haram. Itulah arti dari wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Semoga bemanfaat. Author : Adin.

Related Posts. Subscribe to: Post Comments Atom.


Posted in wsp

thoughts on “Wajib mandub mubah makruh haram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *